INVENTARISASI FUNGI MAKROSKOPIK DI HUTAN PELAWAN
DOI:
https://doi.org/10.24233/sribios.6.01.2025.461Kata Kunci:
Pelawan , fungi , GanodermataceaeAbstrak
Indonesia merupakan Negara dengan sumberdaya genetik yang tinggi, salah satunya berasal dari Kingdom Fungi. Akan tetapi informasi terkait Fungi masih sedikit. Penelitian ini bertujuan mendata jenis-jenis fungi yang terdapat di Hutan Pelawan, Bangka Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survei langsung dilapangan dengan jelajah area Hutan Pelawan. Hasil penelitian ditemukan 12 Famili dan 20 genus dari total 27 spesies fungi makroskopik. Sebagian besar fungi tumbuh pada substrat pohon mati, ranting pohon mati, tanah, dan pohon. Beberapa spesies fungi diduga memiliki peranan sebagai obat seperti dari famili Ganodermataceae.
Unduhan PDF Tahun Terakhir
Referensi
Bella, I., Rondonuwu, S., Tangapo, A.M. (2022). Inventarisasi Jamur Makroskopis di Perkebunan Kelapa Tengatuel Desa Tokin Baru Kecamatan Motoling Timur. JBCW Vol 2 (1): 16-28.
Carris, L. M., Little, C. R., dan Stiles, C. M. (2012). Introduction To Fungi. The Plant Health.
Gandjar, I, Sjamsuridzal, W, & Oetari, A, 2006, Mikologi Dasar dan Terapan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Hafsar, K., Khairunissa, Tetty, Wahyudin, Haidawati. (2022). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Maritim Vol 5 (1): 5-9. DOI: https://doi.org/10.31629/pkmmar.v5i1.4583
Hasibuan, R.S. (2022). Pelawan yang Menawan. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.
Henri., Hakim, L., Batoro, J. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat sebagai Upaya Konservasi Hutan Pelawan di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16 (1): 49-57. DOI: https://doi.org/10.14710/jil.16.1.49-57
Kharisma, V., Azizah, N., Adella, T., dkk. (2023). Inventarisasi Fungi Filum Basidiomycota di Hutan Malvinas Kota Padang. SemnasBio: 991-1009.
Koon, T.T. (1996). A Guide to Tropical Fungi. The Singapore Science Centere. Singapore.
Noverita, Ilmi, F. (2020). Inventarisasi dan Potensi Jamur Makro di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Banten. Jurnal Biologi Vol. 13 (1) : 63-75. DOI: https://doi.org/10.15408/kauniyah.v13i1.12564
Purwanto, P.B., Zaman, N.M., Yusuf, M., dkk. (2017). Inventarisasi Jamur Makroskopis di Cagar Alam Nusakambangan Timur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Proceeding Biology Education Conference Vol. 14 (1) : 79-82.
Putir, P. E., Mardji, D., Simarangkir, B. D. A. S. (2008). Keanekaragaman Jenis Jamur Makro Pada Dua Kondisi Hutan Berbeda Di Kalampangan Zone Cimtrop Kalimantan Tengah. Jurnal Kehutanan Tropika Humida Vol 1(2): 155-170.
Putra, Y.G.S., Putra, I.P., Yudistyana, R., dkk (2020). Keanekaragaman Jamur di Kawasan PT. Badak NGL. Badak NGL. Kalimantan Timur.
Reid, D. 1980. Mushrooms and Toadstools. Kingfisher Guides. London.
Rikardo, R., Ekyastuti, W., Wulandari, R.S. (2021). Keanekaragaman Jenis Jamur Makroskopis di Bukit Tungkur Desa Riam Mengelai Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari Vol 9 (1) : 55-66.
Salmiah, Turnip, M., Ifadatin, S. (2020). Inventarisasi Jamur Makroskopis di Hutan Bukit Danau Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Protobiont Vol 9 (1) : 1-6. DOI: https://doi.org/10.26418/protobiont.v9i1.40157
Saputra, A. (2015). Inventarisasi Jamur Makroskopis di Hutan Cagar Alam Durian Luncuk II Batang Hari Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari. Skripsi. Universitas Jambi. Jambi.
Suhardiman, P. (1995). Jamur Kayu. Penebar Swadaya. Jakarta
Tjiu, A., Teo, S.P., Hedratno, S., dkk. (2022). The Wild Mushrooms of Borneo I. Print Lab Enterprise. Sarawak.
Zamroni, A., Hamdi, S. (2017). Eksplorasi Dan Isolasi Jamur Liar Yang Tumbuh Pada Areal Hutan Sekunder Di Wilayah Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda (Expolration And Isolation Of Mushrooms Wildly Grown On Secondary Forest In Sungai Keledang Village, Samarinda). Jurnal Teknologi Pangan Vol. 10 (1).
Diterbitkan
Cara Mengutip
Tulis nama ilmiah dengan huruf Italic:
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Gusti Ayu Widayanti; Zahrial Effendi, Diah Komala Sari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan di jurnal ini menyetujui persyaratan lisensi hak cipta berikut:
a. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas penulis dan publikasi awal karya dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mengunggahnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Tinjau Pengaruh Akses Terbuka).
d. Penulis memegang hak cipta dan mempertahankan hak penerbitan artikel tanpa batasan.